OdyDasa

berbaring, tertidur, bertelur

Posts Tagged 'jawa'

Kejawen (Bagian Awal)

Kejawen, pembentukan katanya berasal dari kata Jawi (artinya adalah Jawa, tetapi dalam tingkat bahasa yang halus/ tinggi) diimbuhi ke-an, menjadi kejawian (seperti pembentukan kata “kasepuhan“). Kata kejawian ini, dengan keluwesan “lidah orang Jawa”, meluruh menjadi kejawen . Kejawian atau kejawen memiliki arti yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan Jawi atau Jawa –dalam hal ini orang [...]

1 March 2007 at 18:32 - Comments
yah, semacam kearifan lokal yang kurang-berani diuji kebenarannya dalam khasanah ilmu pengetahuan... setuju. tapi aku masih berani kok...
3 April 10 at 16:15
nga tha baga ma nya ya ja dha pa la sa ta da ka ra ca na ha ....nusantara kusayang ...
25 September 11 at 05:00

Ilmu, Klenik, dan Tradisi-tradisi Tua Islam-Jawa (3)

Budaya Terbuka v.s. Budaya Gedibal: Kejawen Perlu Diluruskan Kembali Salah satu keterpurukan masyarakat Jawa adalah akibat terbelenggu oleh klenik dan tahyul. Keterbukaan hati, keluasan wawasan, dan etik kerja rajin masyarakat pesisir (komunitas awal mula Islam di Jawa) tergantukan oleh kepicikan dan kejumudan, yang disokong oleh mitos, klenik, dan tahyul. Kepicikan dan kejumudan yang didasari oleh [...]

22 January 2007 at 19:01 - Comments
H.David Omar A
once upon a time........
7 May 09 at 08:25
KARISMA
WONG BODO NGERTI WONG PINTER KEBLINGER,,,
19 October 10 at 19:22

Ilmu, Klenik, dan Tradisi-tradisi Tua Islam-Jawa (2)

Ada ilmu yg telah dilupakan dan yg melupakan menjadi tersesat. Kebodohan dan Ketersesatan Jaman dahulu, orang-orang di jaman itu bisa memahami bagaimana pengaruh alam terhadap kondisi manusia. Sehingga muncul “ilmu” yang memahami pengaruh perubahan-perubahan alam terhadap kondisi manusia, misalkan posisi bulan & matahari, siang & malam, dll. Salah satu pengaruh perubahan alam ini adalah pengaruh [...]

22 January 2007 at 19:00 - Comments

Ilmu, Klenik, dan Tradisi-tradisi Tua Islam-Jawa (1)

Keterpurukan Masyarakat Jawa Peran kerajaan-kerajaan (berlabel) Islam di Jawa –sejak Demak, Cirebon, Banten, Pajang, hingga Mataram yang kemudian pecah menjadi Kasunanan Surakarta (kemudian juga ada Mangkunegaran sebagai sempalannya) dan Kasultanan Ngayogyakarta– pada perkembangan (terutama secara kuantitas) Islam di Jawa bagaimanapun juga tidak bisa diabaikan. Namun, mungkin benar juga kata PAT bahwa salah satu keterpurukan masyarakat [...]

22 January 2007 at 18:50 - Comments
aribowo
gmn mao belajar ilmu kebatinan yang tanpa pantangan
27 January 09 at 13:17
hawiya konsi ngaku darah yen tan wignyamarang kawi reh kang kawrat ing sandining sastra ... kadi dene sastra kalih dasa ...
30 September 11 at 16:13