<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OdyDasa &#187; brand</title>
	<atom:link href="http://blog.odydasa.web.id/tag/brand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.odydasa.web.id</link>
	<description>berbaring, tertidur, bertelur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jun 2011 05:48:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Telkom: Orientasi Berganti, Komitmen Pun Dikemanakan?</title>
		<link>http://blog.odydasa.web.id/2009/10/23/telkom-orientasi-berganti-komitmen-pun-dikemanakan/</link>
		<comments>http://blog.odydasa.web.id/2009/10/23/telkom-orientasi-berganti-komitmen-pun-dikemanakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 16:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odydasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[BisTel]]></category>
		<category><![CDATA[ngGedebus]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[commited to you]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[telkom]]></category>
		<category><![CDATA[the world in your hand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.odydasa.web.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu. Kesan pertama: bagus. Bagus, dalam arti Telkom mau mengubah diri dengan suatu citra yang lebih cerah, dengan tetap mendominankan warna biru sebagai ciri khas selama ini. Berani meninggalkan logo lama yang tidak cocok dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.odydasa.web.id/wp-content/uploads/2009/10/kantor_telkom.jpg" alt="kantor telkom" hspace="10" vspace="10" width="200" height="123" align="left" />Setelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu.</p>
<p>Kesan pertama: bagus. Bagus, dalam arti Telkom mau mengubah diri dengan suatu citra yang lebih cerah, dengan tetap mendominankan warna biru sebagai ciri khas selama ini. Berani meninggalkan logo lama yang tidak cocok dengan suasana (dunia) yang lebih cerah dan lebih terbuka. Kesan berikutnya: lucu. Yakin, pertama melihat kok langsung tercetak di otak gambaran mengenai ayam jantan ya? Agak-agak cupu, kata komentator di Kaskus.<span id="more-56"></span></p>
<p>Ada makna filosofi dengan adanya logo baru itu, tentu. Makna yang bagiku pribadi tidak terlalu penting. Walaupun logo yang &#8220;old-school&#8221; lebih punya <em>soul</em>, dan logo yang baru agak kekanak-kanakan dan kurang profesional, berani berubah, itu hal yang penting. Perubahan yang penting sebagai &#8220;<em>charging</em>&#8221; semangat bagi para pegawai BUMN ini.</p>
<p>Bagian yang kukira sebagai <em>jengger</em> alias jambul ayam jantan, ternyata bisa dilihat sebagai tangan melambai, pernyataan selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa depan. Namun, lambaian tangan itu sebenarnya bukanlah arti logo.</p>
<p><img src="http://blog.odydasa.web.id/wp-content/uploads/2009/10/telkom_baru.png" alt="telkom baru" hspace="10" vspace="10" width="200" height="107" align="left" /><img src="http://blog.odydasa.web.id/wp-content/uploads/2009/10/telkom_lama.png" alt="telkom lama" hspace="10" vspace="10" width="120" height="150" align="left" /></p>
<p>Filosofi baru akan berhubungan dengan strategi baru. Efisiensi dan produktivitas merupakan isu yang muncul sejak lama, menjadi <em>world class company</em> tetap jadi impian utama, dan Telkom pun berkepentingan untuk mengakuisisi berbagai perusahaan di luar negeri menjadi bagian dalam <em>holding group</em>-nya. Apalagi ketika perusahaan-perusahaan dari luar negeri telah mencaplok operator ini itu di negeri ini, Telkom jangan sampai ketinggalan dalam perebutan kue.<br />
<strong>The World in Your Hand</strong></p>
<p>Di-<em>softlaunch-</em>kan sudah pada tanggal 16 Oktober 2009, dan malam ini, Jumat tanggal 23 Oktober 2009 pukul 20.30 s.d. 21.30 WIB ada acara <em>live</em> TransTV untuk peluncuran yang sebenarnya, bersamaan dengan Indigo Awards, sekaligus sebagai penanda ulang tahun Telkom. Saya tidak menonton.</p>
<p>Perubahan ini menjelaskan visi baru Telkom di bidang telekomunikasi, informasi, media, <em>edutainment</em>. Dengan <em>positioning</em> berupa &#8220;<em>Life Confident</em>&#8220;, Telkom mengusung <em>tagline</em> yang juga baru, yaitu &#8220;<em>The World Is In Your Hand</em>&#8220;. Strategi dan komitmennya untuk melaju bersama komunitas-komunitas kreatif dan elemen-elemen pembangun ekonomi dan budaya bangsa, ditampilkan dalam visualisasi baru, <em>tagline</em> baru, <em>brand positioning</em> &#8220;<em>Life Confident</em>&#8220;. Diharapkan, pesan &#8220;<em>Life Confident</em>&#8221; sendiri langsung membangkitkan optimisme.</p>
<p>Jadi, sekarang tidak ada lagi slogan &#8220;<em>Comitted 2 You</em>&#8220;.</p>
<p>Nah, siap-siap saja, komitmen Telkom tidak lagi untuk kita, para pelanggannya.</p>
<p><em>Quo vadis,</em> mau dibawa kemana Telkom?</p>
<p>┬á</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Minggu kemarin, ada petugas yang menangani PSB (pasang baru) telepon di rumah di samping rumahku, selisih satu rumah. Petugas tersebut tanpa <em>unggah ungguh</em> dan kasar dalam menjalankan tugasnya. Jadilah dia sebagai bahan <em>gerundelan</em> ibu-ibu di sekitarku. Ditambah lagi, gara-gara dia yang main sogok kabel di sana-sini, matilah jalur telepon di rumah, dan celakalah internetku (Heran, telepon dites tidak ada nada panggil, dilakukan <em>incoming call</em> ada nada panggil, tetapi Speedy tetap nyambung walaupun dengan <em>rate</em> sebesar 1/10 dari normalnya. Untung kenal dengan Pak Bos Telkom di kotaku, aku memberikan komplain dengan malu-malu (gak enak harus <em>ngrusuhi</em>, dan karena tahu itu bukan pegawai Telkom melainkan tenaga lepas), jadilah jalur teleponku berfungsi normal kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.odydasa.web.id/2009/10/23/telkom-orientasi-berganti-komitmen-pun-dikemanakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

