Sehabis berkelana di blog seorang teman, Wibisono, dan membaca tulisan dia mengenai sambel tumpang, jadi tertarik untuk berkomentar. Komentar saja, bukan tulisan tersendiri.
Selama ini aku pikir sambel tumpang alias sambel lethok tuh budaya Merapi-Merbabu, jebulaknya di sragen juga terkenal luas to…
Selama ini aku punya teori, bahwa di daerah Klaten-Boyolali-Salatiga, sambel tumpang sangat akrab, tapi ketika [...]
Ketika ada jodoh bisa membantu teman berdiri di muka mahasiswa-mahasiswa suatu perguruan tinggi (di depan siswa dengan segala ke-MAHA-annya, di tempat pendidikan yang levelnya tinggi), nampaknya kemalasanku untuk selalu ontime dalam menyediakan materi mengajar cukup mengganggu.
Hand-out yang belum jadi, SAP yang tertunda-tunda, harus dicarikan jalan bagaimana agar bisa diterima oleh para siswa-bermaha tersebut.
Tradisi pertukaran data [...]
Setelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu.
Kesan pertama: bagus. Bagus, dalam arti Telkom mau mengubah diri dengan suatu citra yang lebih cerah, dengan tetap mendominankan warna biru sebagai ciri khas selama ini. Berani meninggalkan logo lama yang tidak cocok dengan suasana [...]
Kejawen, pembentukan katanya berasal dari kata Jawi (artinya adalah Jawa, tetapi dalam tingkat bahasa yang halus/ tinggi) diimbuhi ke-an, menjadi kejawian (seperti pembentukan kata “kasepuhan“). Kata kejawian ini, dengan keluwesan “lidah orang Jawa”, meluruh menjadi kejawen .
Kejawian atau kejawen memiliki arti yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan Jawi atau Jawa –dalam hal ini orang Jawa–, [...]
Budaya Terbuka v.s. Budaya Gedibal: Kejawen Perlu Diluruskan Kembali
Salah satu keterpurukan masyarakat Jawa adalah akibat terbelenggu oleh klenik dan tahyul. Keterbukaan hati, keluasan wawasan, dan etik kerja rajin masyarakat pesisir (komunitas awal mula Islam di Jawa) tergantukan oleh kepicikan dan kejumudan, yang disokong oleh mitos, klenik, dan tahyul.
Kepicikan dan kejumudan yang didasari oleh sikap ambigu; [...]
Ada ilmu yg telah dilupakan dan yg melupakan menjadi tersesat.
Kebodohan dan Ketersesatan
Jaman dahulu, orang-orang di jaman itu bisa memahami bagaimana pengaruh alam terhadap kondisi manusia. Sehingga muncul “ilmu” yang memahami pengaruh perubahan-perubahan alam terhadap kondisi manusia, misalkan posisi bulan & matahari, siang & malam, dll. Salah satu pengaruh perubahan alam ini adalah pengaruh kondisi gravitasi [...]
Keterpurukan Masyarakat Jawa
Peran kerajaan-kerajaan (berlabel) Islam di Jawa –sejak Demak, Cirebon, Banten, Pajang, hingga Mataram yang kemudian pecah menjadi Kasunanan Surakarta (kemudian juga ada Mangkunegaran sebagai sempalannya) dan Kasultanan Ngayogyakarta– pada perkembangan (terutama secara kuantitas) Islam di Jawa bagaimanapun juga tidak bisa diabaikan.
Namun, mungkin benar juga kata PAT bahwa salah satu keterpurukan masyarakat Jawa adalah [...]