Archive for the 'ngGedebus' Category

Mar 22 2010

Posted by under Horok,ngGedebus,Sosio-Kultur

Sambel Tumpang, Sambel Lethok

Foto sambel tumpang hasil ngembat dari: http://aguswibisono.com/2010/nasi-sambal-tumpang/

Sehabis berkelana di blog seorang teman, Wibisono, dan membaca tulisan dia mengenai sambel tumpang, jadi tertarik untuk berkomentar. Komentar saja, bukan tulisan tersendiri.

Selama ini aku pikir sambel tumpang alias sambel lethok tuh budaya Merapi-Merbabu, jebulaknya di sragen juga terkenal luas to…

Selama ini aku punya teori, bahwa di daerah Klaten-Boyolali-Salatiga, sambel tumpang sangat akrab, tapi ketika berjalan ke arah timur, Boyolali timur, Sala, dan seterusnya, semakin tidak dikenal (kurang penggemar), hingga terus ke timur ke Nganjuk dan terutama Kediri sambel tumpang sangat disuka di sana.

Mengapa sambel tumpang ada di Kediri dan sekitarnya, kemudian melompat tahu-tahu nongol di Merapi-Merbabu, jangan-jangan terkait dengan perjalanan penyebaran budaya jaman dahulu, jaman-jaman kerajaan kuna. Jangan lupa bahwa dikenal juga ada “kebudayaan merbabu”. Aku jadi curiga, jangan-jangan sambel tumpang muncul di jaman kebudayaan itu.
Continue Reading »

23 Comments »

Nov 09 2009

Posted by under Edukasi,ngGedebus

CyberLecture menggunakan Claroline

lecture claroline

Ketika ada jodoh bisa membantu teman berdiri di muka mahasiswa-mahasiswa suatu perguruan tinggi (di depan siswa dengan segala ke-MAHA-annya, di tempat pendidikan yang levelnya tinggi), nampaknya kemalasanku untuk selalu ontime dalam menyediakan materi mengajar cukup mengganggu.

Hand-out yang belum jadi, SAP yang tertunda-tunda, harus dicarikan jalan bagaimana agar bisa diterima oleh para siswa-bermaha tersebut.

Tradisi pertukaran data melalui internet memang sangat membantu. Namun, jika setiap saat harus mendistribusikannya melalui email, tentu bakal merepotkan. Menyiapkan file-nya saja sudah ketahuan malasnya, maka dapat dibayangkan jika disuruh tertib waktu dalam berkirim materi lewat email akan seberapa malasnya. Continue Reading »

9 Comments »

Oct 23 2009

Posted by under BisTel,ngGedebus

Telkom: Orientasi Berganti, Komitmen Pun Dikemanakan?

kantor telkomSetelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu.

Kesan pertama: bagus. Bagus, dalam arti Telkom mau mengubah diri dengan suatu citra yang lebih cerah, dengan tetap mendominankan warna biru sebagai ciri khas selama ini. Berani meninggalkan logo lama yang tidak cocok dengan suasana (dunia) yang lebih cerah dan lebih terbuka. Kesan berikutnya: lucu. Yakin, pertama melihat kok langsung tercetak di otak gambaran mengenai ayam jantan ya? Agak-agak cupu, kata komentator di Kaskus. Continue Reading »

6 Comments »

Mar 01 2007

Posted by under ngGedebus,Sosio-Kultur

Kejawen (Bagian Awal)

Kejawen, pembentukan katanya berasal dari kata Jawi (artinya adalah Jawa, tetapi dalam tingkat bahasa yang halus/ tinggi) diimbuhi ke-an, menjadi kejawian (seperti pembentukan kata “kasepuhan“). Kata kejawian ini, dengan keluwesan “lidah orang Jawa”, meluruh menjadi kejawen .

Kejawian atau kejawen memiliki arti yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan Jawi atau Jawa –dalam hal ini orang Jawa–, dalam segala sendi kehidupan. Continue Reading »

4 Comments »