OdyDasa

berbaring, tertidur, bertelur

Archive for the 'ngGedebus' Category

Sambel Tumpang, Sambel Lethok

Sehabis berkelana di blog seorang teman, Wibisono, dan membaca tulisan dia mengenai sambel tumpang, jadi tertarik untuk berkomentar. Komentar saja, bukan tulisan tersendiri. Selama ini aku pikir sambel tumpang alias sambel lethok tuh budaya Merapi-Merbabu, jebulaknya di sragen juga terkenal luas to… Selama ini aku punya teori, bahwa di daerah Klaten-Boyolali-Salatiga, sambel tumpang sangat akrab, tapi ketika [...]

22 March 2010 at 18:28 - Comments
nah...bubur tumpang yang kusuka... nyam...nyam...nyam barusan sore tadi mbubur tumpang, di samping tempat praktek istriku
30 July 10 at 21:30
nang bandung ra ono yo kang??
19 August 10 at 04:25

CyberLecture menggunakan Claroline

Ketika ada jodoh bisa membantu teman berdiri di muka mahasiswa-mahasiswa suatu perguruan tinggi (di depan siswa dengan segala ke-MAHA-annya, di tempat pendidikan yang levelnya tinggi), nampaknya kemalasanku untuk selalu ontime dalam menyediakan materi mengajar cukup mengganggu. Hand-out yang belum jadi, SAP yang tertunda-tunda, harus dicarikan jalan bagaimana agar bisa diterima oleh para siswa-bermaha tersebut. Tradisi pertukaran data [...]

9 November 2009 at 20:44 - Comments
@ardian: Sempet pengen nyoba moodle, tapi file *gedhe banged* Akhirnya, pilihannya ya mbak Claroline ini, small, simpel, & fungsionalitasnya sudah bagus. @ari: welkom
5 March 10 at 09:28
wah, pak, terkadang menjadi kendala untuk beberapa mahasiswa seperti di kampus saya, kadang buka internet jarang sekali gara2 mahasiswa memang ...
10 March 10 at 13:22

Telkom: Orientasi Berganti, Komitmen Pun Dikemanakan?

Setelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu. Kesan pertama: bagus. Bagus, dalam arti Telkom mau mengubah diri dengan suatu citra yang lebih cerah, dengan tetap mendominankan warna biru sebagai ciri khas selama ini. Berani meninggalkan logo lama yang tidak cocok dengan suasana [...]

23 October 2009 at 23:37 - Comments
mari kira lihat saja perubahan mereka..... semoga memberikan pelayanan bukan hanya untuk "KAMU"..tapi "KALIAN" perubahan dari "siap melayani kamu" (commited to you), menjadi ...
18 November 09 at 18:36
lele
sejak ada promo "tagihan tetap", tagihan telpon rumah koq malah makin mahal ya.... kembalikan abodemen yang duluuuu... huhuhuhu... Lha tulisanku mbahas ...
8 April 10 at 14:13

Kejawen (Bagian Awal)

Kejawen, pembentukan katanya berasal dari kata Jawi (artinya adalah Jawa, tetapi dalam tingkat bahasa yang halus/ tinggi) diimbuhi ke-an, menjadi kejawian (seperti pembentukan kata “kasepuhan“). Kata kejawian ini, dengan keluwesan “lidah orang Jawa”, meluruh menjadi kejawen . Kejawian atau kejawen memiliki arti yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan Jawi atau Jawa –dalam hal ini orang Jawa–, [...]

1 March 2007 at 18:32 - Comments
kejawen salah satunya juga pemahaman rotasi planet terutama yang termasuk kehidupan di bumi . adalah menghargai semua bentuk kehidupan , ...
15 July 09 at 06:23
yah, semacam kearifan lokal yang kurang-berani diuji kebenarannya dalam khasanah ilmu pengetahuan... setuju. tapi aku masih berani kok...
3 April 10 at 16:15

Ilmu, Klenik, dan Tradisi-tradisi Tua Islam-Jawa (3)

Budaya Terbuka v.s. Budaya Gedibal: Kejawen Perlu Diluruskan Kembali Salah satu keterpurukan masyarakat Jawa adalah akibat terbelenggu oleh klenik dan tahyul. Keterbukaan hati, keluasan wawasan, dan etik kerja rajin masyarakat pesisir (komunitas awal mula Islam di Jawa) tergantukan oleh kepicikan dan kejumudan, yang disokong oleh mitos, klenik, dan tahyul. Kepicikan dan kejumudan yang didasari oleh sikap ambigu; [...]

22 January 2007 at 19:01 - Comments
Silakan klik: http://blog.odydasa.web.id/2007/03/01/kejawen-bagian-awal/
1 March 07 at 18:45
H.David Omar A
once upon a time........
7 May 09 at 08:25

Ilmu, Klenik, dan Tradisi-tradisi Tua Islam-Jawa (2)

Ada ilmu yg telah dilupakan dan yg melupakan menjadi tersesat. Kebodohan dan Ketersesatan Jaman dahulu, orang-orang di jaman itu bisa memahami bagaimana pengaruh alam terhadap kondisi manusia. Sehingga muncul “ilmu” yang memahami pengaruh perubahan-perubahan alam terhadap kondisi manusia, misalkan posisi bulan & matahari, siang & malam, dll. Salah satu pengaruh perubahan alam ini adalah pengaruh kondisi gravitasi [...]

22 January 2007 at 19:00 - Comments

Ilmu, Klenik, dan Tradisi-tradisi Tua Islam-Jawa (1)

Keterpurukan Masyarakat Jawa Peran kerajaan-kerajaan (berlabel) Islam di Jawa –sejak Demak, Cirebon, Banten, Pajang, hingga Mataram yang kemudian pecah menjadi Kasunanan Surakarta (kemudian juga ada Mangkunegaran sebagai sempalannya) dan Kasultanan Ngayogyakarta– pada perkembangan (terutama secara kuantitas) Islam di Jawa bagaimanapun juga tidak bisa diabaikan. Namun, mungkin benar juga kata PAT bahwa salah satu keterpurukan masyarakat Jawa adalah [...]

22 January 2007 at 18:50 - Comments
iwin
wah lha kok isine mung klenik thok ki kepriye to...bersambung lagi..
8 April 08 at 14:34
aribowo
gmn mao belajar ilmu kebatinan yang tanpa pantangan
27 January 09 at 13:17