Mar 22 2010
Posted by odydasa under Horok,ngGedebus,Sosio-Kultur
Sambel Tumpang, Sambel Lethok
Sehabis berkelana di blog seorang teman, Wibisono, dan membaca tulisan dia mengenai sambel tumpang, jadi tertarik untuk berkomentar. Komentar saja, bukan tulisan tersendiri.
Selama ini aku pikir sambel tumpang alias sambel lethok tuh budaya Merapi-Merbabu, jebulaknya di sragen juga terkenal luas to…
Selama ini aku punya teori, bahwa di daerah Klaten-Boyolali-Salatiga, sambel tumpang sangat akrab, tapi ketika berjalan ke arah timur, Boyolali timur, Sala, dan seterusnya, semakin tidak dikenal (kurang penggemar), hingga terus ke timur ke Nganjuk dan terutama Kediri sambel tumpang sangat disuka di sana.
Mengapa sambel tumpang ada di Kediri dan sekitarnya, kemudian melompat tahu-tahu nongol di Merapi-Merbabu, jangan-jangan terkait dengan perjalanan penyebaran budaya jaman dahulu, jaman-jaman kerajaan kuna. Jangan lupa bahwa dikenal juga ada “kebudayaan merbabu”. Aku jadi curiga, jangan-jangan sambel tumpang muncul di jaman kebudayaan itu.
Continue Reading »


Setelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu.




