Oct 23 2009 11:37 pm

Posted by under BisTel,ngGedebus

Telkom: Orientasi Berganti, Komitmen Pun Dikemanakan?

kantor telkomSetelah beberapa minggu terakhir beredar logo baru Telkom dan komentar-komentar mengenainya, malam ini baru aku benar-benar memperhatikan bagaimana logo baru itu.

Kesan pertama: bagus. Bagus, dalam arti Telkom mau mengubah diri dengan suatu citra yang lebih cerah, dengan tetap mendominankan warna biru sebagai ciri khas selama ini. Berani meninggalkan logo lama yang tidak cocok dengan suasana (dunia) yang lebih cerah dan lebih terbuka. Kesan berikutnya: lucu. Yakin, pertama melihat kok langsung tercetak di otak gambaran mengenai ayam jantan ya? Agak-agak cupu, kata komentator di Kaskus.

Ada makna filosofi dengan adanya logo baru itu, tentu. Makna yang bagiku pribadi tidak terlalu penting. Walaupun logo yang “old-school” lebih punya soul, dan logo yang baru agak kekanak-kanakan dan kurang profesional, berani berubah, itu hal yang penting. Perubahan yang penting sebagai “charging” semangat bagi para pegawai BUMN ini.

Bagian yang kukira sebagai jengger alias jambul ayam jantan, ternyata bisa dilihat sebagai tangan melambai, pernyataan selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa depan. Namun, lambaian tangan itu sebenarnya bukanlah arti logo.

telkom barutelkom lama

Filosofi baru akan berhubungan dengan strategi baru. Efisiensi dan produktivitas merupakan isu yang muncul sejak lama, menjadi world class company tetap jadi impian utama, dan Telkom pun berkepentingan untuk mengakuisisi berbagai perusahaan di luar negeri menjadi bagian dalam holding group-nya. Apalagi ketika perusahaan-perusahaan dari luar negeri telah mencaplok operator ini itu di negeri ini, Telkom jangan sampai ketinggalan dalam perebutan kue.
The World in Your Hand

Di-softlaunch-kan sudah pada tanggal 16 Oktober 2009, dan malam ini, Jumat tanggal 23 Oktober 2009 pukul 20.30 s.d. 21.30 WIB ada acara live TransTV untuk peluncuran yang sebenarnya, bersamaan dengan Indigo Awards, sekaligus sebagai penanda ulang tahun Telkom. Saya tidak menonton.

Perubahan ini menjelaskan visi baru Telkom di bidang telekomunikasi, informasi, media, edutainment. Dengan positioning berupa “Life Confident“, Telkom mengusung tagline yang juga baru, yaitu “The World Is In Your Hand“. Strategi dan komitmennya untuk melaju bersama komunitas-komunitas kreatif dan elemen-elemen pembangun ekonomi dan budaya bangsa, ditampilkan dalam visualisasi baru, tagline baru, brand positioningLife Confident“. Diharapkan, pesan “Life Confident” sendiri langsung membangkitkan optimisme.

Jadi, sekarang tidak ada lagi slogan “Comitted 2 You“.

Nah, siap-siap saja, komitmen Telkom tidak lagi untuk kita, para pelanggannya.

Quo vadis, mau dibawa kemana Telkom?

 

—————

Catatan:

Minggu kemarin, ada petugas yang menangani PSB (pasang baru) telepon di rumah di samping rumahku, selisih satu rumah. Petugas tersebut tanpa unggah ungguh dan kasar dalam menjalankan tugasnya. Jadilah dia sebagai bahan gerundelan ibu-ibu di sekitarku. Ditambah lagi, gara-gara dia yang main sogok kabel di sana-sini, matilah jalur telepon di rumah, dan celakalah internetku (Heran, telepon dites tidak ada nada panggil, dilakukan incoming call ada nada panggil, tetapi Speedy tetap nyambung walaupun dengan rate sebesar 1/10 dari normalnya. Untung kenal dengan Pak Bos Telkom di kotaku, aku memberikan komplain dengan malu-malu (gak enak harus ngrusuhi, dan karena tahu itu bukan pegawai Telkom melainkan tenaga lepas), jadilah jalur teleponku berfungsi normal kembali.

6 Comments »

6 Responses to “Telkom: Orientasi Berganti, Komitmen Pun Dikemanakan?”

  1. ardian eko says:

    The world is in your hand.. emang telkom arep bergerak dibidang mobil telecommunication ya??
    Kalo logo warna biru itu katanya mencermikan warna teknologi.
    semoga menjadi lebih baik saja. Murah, berkualitas, seperti yang diinginkan para user indonesia

    Lha flexi ki yen dudu mobile comm njut apa?
    Warna biru memang dominasi dari pemain-pemain tua operator telekomunikasi, saat itu keren dan elegan. Tapi banyak pula saat ini operator & vendor yg tak lagi mendominankan warna biru.
    Masih naksir sama logonya Lucent yg kayak donat itu, merah lagi...

  2. Andy MSE says:

    setidaknya saya masih berharap kalau komitmen-nya nggak ke “you” lagi ya ke market saja… karena market itu akan semarak dengan adanya konsumen dan kustomer.


    Boleh lah...
    Tapi jangan dg alasan bagai pungguk mengejar bulan, mengejar pelanggan nun jauh di sana, pelanggan yg "dicekoki" layanan Telkom di sini terus diabaikan.

  3. hasssan says:

    berharap layanan internet lebih cepat dan murah…

    Halah. Ngelmu tukang becak: murah kok njaluk slamet.

    Tapi, ketika itu perhitungan tarif telekomunikasi memiliki variabel efisiensi operator juga lho...
    Makin efisien, tarif bisa turun. Ketika masih menggunakan formulasi price cap. Tak kumpulke bahan2ne ndhisik, kapan2 tak tulis.

  4. titis gandariani says:

    saya setia produk TELKOM tapi kenapa ya, tarif telepon rumah masih mahal aja walaupun sudah dibuat program tagihan tetap telepon rumah……seperti tidak ngaruh.


    Mahal? Kalau dipakek banyak mbayarnya banyak ya jelas jadinya mahal...
    Coba gak pernah dipakek.... Hehehe....
    BTW, lama gak ada yg utak-atik seberapa mahal tarif telepon di Indonesia, perbandingan antar-operator & benchmark dg negara laen...
    (BTW, operator2 di sini juragannya sama dengan operator2 di negara sebelah, cuman beda merek...)

  5. Joulecar says:

    mari kira lihat saja perubahan mereka…..
    semoga memberikan pelayanan bukan hanya untuk “KAMU”..tapi “KALIAN”


    perubahan dari "siap melayani kamu" (commited to you),
    menjadi "sakkarepmu" (it's in you hand)

  6. lele says:

    sejak ada promo “tagihan tetap”, tagihan telpon rumah koq malah makin mahal ya…. kembalikan abodemen yang duluuuu… huhuhuhu…

    Lha tulisanku mbahas tentang branding perusahaan, kok responnya malah masalah tagihan telpon ya?

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree